75+ Kumpulan Contoh Puisi Ibu, Sahabat, Sedih, Guru, Lama [Lengkap]

Selamat datang di portal dunia suka-suka, tempat untuk mencari informasi dan gudangnya referensi. Pada kesempatan kali ini admin bakal sedikit sharing  tentang kumpulan contoh puisi. Bagi kamu yang sedang mencari referensi puisi, kamu berkunjung ke tempat yang tepat. Karena admin bakal memberikan lebih dari 45 contoh puisi dari berbagai jenis puisi yang ada.

Sebelum kita masuk pada pembahasan inti, mari kita kenali lebih dalam tentang apa itu puisi? Puisi adalah suatu karya sastra berupa tulisan yang di dalamnya terkandung irama, rima, ritma dan lirik dalam setiap baitnya. Biasanya, puisi ditulis menggunakan bahasa yang imajinatif dan struktur bahasa yang padat penuh makna. Banyak para penyair atau seniman menggambarkan perasaannya melalui puisi.

Contoh Puisi Lama

contoh puisi lama
medicine.vtc.vt.edu

Secara garis besarnya, puisi lama merupakan jenis puisi yang terikat merbagai macam aturan dari segi rima, bait, sampai suku katanya. Setiap jenisnya mempunyai ketentuan yang berbeda dengan jenis lainnya.

Berbeda halnya dengan puisi baru yang tidak terlalu terikat dengan bait suku kata tetapi lebih mementingkan dalam segi keindahan suku bahasa yang digunakan. berikut contoh puisi lama

 PANTUN

Bapak tani menanam tebu
Pembeli datang bertanya harga
Wahai ananda hormati Ibu
Karena Ibu jalan ke surga

 KARMINA

Dahulu ketan, sekarang ketupat(a)
Dahulu preman, sekarang ustat(a)

 GURINDAM

Kurang pikir kurang siasat (a)
Pasti dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Ibarat rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak akan menjadi kurus ( c )

 

Contoh Puisi Ibu

contoh puisi ibu
www.sewarga.com

Ibu merupakan sosok penting dibalik suksesnya para orang-orang yang sukses. Ibu lah yang telah berjuang keras dalam proses melahirkan bahkan sampai mengorbankan nyawanya. Berapa banyak duit yang telah dikeluarkan hanya untuk menyekolahkan anaknya agar menjadi anak yang sukses.

Kita sebagai anak yang berbakti kepada orang tua sudah sepatutnya membalas jasa-jasa beliau yang telah dilakukan, salah satunya bisa dengan memberikan puisi kepadanya untuk mengenang kembali apa yang telah diperbuat untuk kesuksesan anaknya. Berikut contoh puisi ibu yang bisa kamu berikan kepada ibunda tercinta.

Ibu

Ibu engkau pelita dihidupku
Engkau tak pernah lelah menunggu kehadiranku
Dengan segala beban dan keringat yang membasahi wajahmu
Tiada engkau merasakan pilu

Langkah kecilmu yang selalu engkau tempuh
Walaupun begitu berat terasa di tubuhmu
Engkau terus memperjuangkanku di dalam kandunganmu
Tanpa merasa lelah yang engkau tunjukan diwajamu

Terimakasihku pada mu ibu
Engkau telah menunjukan surga untukku
Surga yang hanya ada di telapak kakimu
Dan doa yang engkau haturkan selalu untukku

Created by : M’sa

Untukmu

Entah bagaima aku harus membalas
Semua yang kuberi takkan mungkin bisa mengganti kasihmu
Ketulusanmu bak awan putih disiang yang cerah
Namun bedanya kasih tulus mu tak hanya terlihat
Tapi terasa bahkan membekas

Satu hal yang paling aku risaukan
Saat ku tak dapat membalas ketulusan kasihmu padaku
Seberapa keras aku mencoba berusaha
Kau terlalu jauh tuk ku balas dengan belaian dan depakan kasih

Terimakasih selalu memberi tanpa meminta padaku
Terimakasih selalu melindungi tanpa merisaukan diri
Terimakasih selalu menyayangi tanpa menghitung hari
Terimakasih selalu ada dalam setiap cerita indah dan kelam
Hidupku ibu..

Contoh Puisi Ibu 3

Berjalan di pagi buta
Gelap dingin sunyi
Hanya suara dari toa masjid yang membimbingmu naik
Menyinari gelapnya pagi

Melenyapkan dinginnya alam
Memerintahkan burung mengusir kesunyian
Kau juga ajarkan pada kami

Tak peduli gelapnya hidup karena kau akan datang
Tak peduli dingin pandangan mereke
Karena kau akan memelukku
Dan aku tak takut kesepian karena kau
Selalu mendengarku

Ibu

Contoh Puisi Ibu 4

 Ibu..
Kasihmu sepanjang masa
Layaknya isi bumi ini kau adalah mentari di siang hari
Kau adalah rembulan di malam hari

Terimakasih atas kasih cinta dan perjuanganmu terhadapku
Mengandungku
Melahirkanku
Menyusuiku
Mendidiku
Ingin mu memang sangat sederhana
Hanya ingin melihat anakmu ini menjadi yang terbaik dimatamu
Namun tingkahku
Egoku
Kesalahanku membuat inginmu seakan buyar
Kau selalu menyimpan tangismu
Dalam senyum dibibir manismu itu
Kau selalu menyembunyikan rasa sayangmu di amarahmu
Kau salalu memaafkan kesalahan apapun yang anakmu ini perbuat

Ibu..
Jika sewaktu kecil kau selalu bicara
Jika setelah hujan pasti ada pelangi
Dan setiap pelangi itu muncul pasti datang bidadari
Dan kini aku tau kaulah bidadari itu
Ibu temani aku sampai aku berhasil
Membuat bibir manismu tersenyum karena kesuksesanku
Ibu kau adalah malaikat tak bersayapku

Created by : ida laely

Bu, bolehkah ?

Bu..
Aku ingin menjadi anak kecilmu lagi
Masa dimana tidak ada hal pahit yang ku kenal
Yang ku tahu hanya senyum indah darimu kekal

Bu..
Aku ingin mengulang waktu kecilku
Masa dimana hal ternyaman adalah tidur dipelukanmu
Yang aku tahu hanyalah mimpi indah disetiap tidurku

Bu..
Kenapa dunia ini begitu berat dijalani?
Aku ingin menceritakan semua hal tersulit yang saat ini membelenggu
Tapi bu, batinku berontak karena tidak ingin menambah bebanmu

Bu..
Bolehkah aku iri dengan anak bungsumu?
Aku ingin seperti dia yang bisa menangis di pundakmu
Dengan lembut kau usap air mata itu
Aki iri bu..
Bu..
Dulu aku tidak tahu kalau dunia ini besar
Yang ku tahu hanyalah suapanmu dengan sabar

Bu..
Dulu aku tidak tahu kalau dunia ini angkuh materi
Yang kutahu hanyalah suara indahmu mengajari ku ngaji

Bu..
Tapi aku sekarang sadar dengan usiaku
Aku memang rindu tapi tidak benci kok bu
Lagi pula kan doamu sekarang yang selalu menguatkan ku
Bukanlah setiap keberuntunganku adalah diijabahnya permintanmu

Bu..
Terimakasih kau terus memeluk ku
Jaga selalu kesehatanmu
Beri aku sedikit waktu
Aku berjanji akan menjadi sumber bahagiamu
Aku juga berjanji akan menjadi kendaraan menuju surga

Bu..
Bolehkah aku menjadi anak kecil mu lagi?

Created by : Rori septian

Sosok berhati malaikat

Ibu.. Ayah..
Terimakasih atas semua pengorbananmu
Darimu, aku belajar banyak hal
Sosok yang begitu tegar dan sabar
Dalam menghadapi lika-liku kehidupan

Hatimu bagaikan malaikat
Kasih sayangmu tak terbatas waktu
Dalam setiap doa mu
Kau tak pernah sedikitpun melupakan kami
Bahkan disaat semua tertidur lelap
Kau bermunajat pada sang ilahi
Agar putra-putrimu menjadi insan islami

Jasamu begitu besar kepada kami
Pengorbananmu begitu besar kepada kami
Hingaga kau rela banting tulang
Kau peras seluruh keringatmu
Bahkan sengatan matahari, hantaman air hujan
Menjadi sahabatmu

Namun hal itu tak sedikitpun mematahkan semangatmu
Kau tak pernah menghiraukan itu semua
Kau tidak meminta imbalan sedikitpun dari kami
Hingga kau rela mempertaruhkan jiwa dan ragamu
Sungguh mulianya hatimu
Ibu.. Ayah..
Semoga Allah selalu melindungi setiap langkahmu

Created by : Binti Mahbubah

contoh puisi ibu 7

Wahai ibu..
Aku tahu saat ini kau lelah
Saat suaramu yang tak lagi lantang
Matamu yang tak lagi bersinar
Badanmu yang tak lagi kokoh
Hatimu yang tak lagi sekuat baja
Kulitmu yang tak lagi segar
Dan badanmu yang tak lagi sehat

Kehadirannyalah yang selalu kau harapkan
Kehadirannyalah yang selalu kau nantikan
Wahai ibu..
Hanya tetedan air matamu yang selalu menemani hari-harimu
Saat rindu itu melanda
Berharap disaat usiamu yang tak lagi muda
Kau lebih mendapatkan perhatian dari anakmu

Created by : Nenden Lestari

 Ibu

Kakimu bernilai surga
Kasih sayangmu mampu melunakan besi
Menghancurkan baja
Menghangatkan lautan lepas
Detik-detik mu harapan yang kau curahkan untukku

Ibu, kau adalah orang yang paling munafik
Yang pernah ku temui
Kasih sayang mu kau bungkus amarah
Ocehanmu adalah nada melody kecintaan
Tapi semua ini demi anakmu

Created by : @_terabaikan

Untuk mu

Entah bagaimana aku harus membalas
Semua yang kuberi takkan mungkin bisa mengganti kasihmu
Ketulusanmu bak awan putih di siang yang cerah
Namun bedanya kasih tulus mu tak hanya terlihat
Tapi terasa bahkan membekas

Satu hal yang paling aku risaukan
Saat ku tak dapat membalas ketulusan kasihmu padaku
Seberapa keras aku mencoba berusaha
Kau terlalu jauh tuk ku balas dengan belaian dan depakan kasih

Terimakasih selalu memberi tanpa meminta padaku
Terimakasih selalu melindungi tanpa merisaukan diri
Terimakasih selalu menyayangi tanpa menghitung hari
Terimakasih selalu ada dalam setiap cerita indah dan kelam
Hidupku ibu..

Penuh peluh

Tak peduli seberapapun lelahku
Yang terfikirkan hanyalah kekosongan didapurku
Apa yang harus kuberi untuk mereke?
Sedang aku bersusah payah mencarinya
Keringat dan terik tak lagi asing menyengat
Terus menyusuri kerasnya kota
Kuberikan tenagaku untuk sesuap nasi

Menjaga mereka agar tetap tumbuh
Selayaknya mereka tumbuh
Aku mencintai mereka
Sebagai anugerah yang harus ku jaga

Jatuh tak berarti lumpuh
Aku harus berdiri melawannya

Tangan keriput
Kini semakin sering terlihat
Oleh banyaknya orang yang menatapku iba
Ahh sudah biasa..
Tentang bertahan
Aku kuat seperti senyumku
Yang selalu kubebaskan
Berseri dibawah teriknya mentari

 Untuk ibu

Kuputuskan tuk pergi semata mengejar mimpi
Kau ku tinggalkan
Matamu ku tahu tak ada kerelaan melepaskan

Jika aku menangis, ibu
Kau alasan ingatan sesungguhnya
Menampung rindu
Tawamu adalah kantung air mata

Aku tahu ada kecemasan dibening matamu
Yang kau sembunyikan
Dan kau selipkan diantara bait-bait doa

Tapi aku anakmu ibu, aku mencintaimu
Jemariku sungguh sejak lama ingin
Menyentuh wajahmu,bibirku sungguh
Ingin mencium telapak kakimu
Mengecup pipi dan keningmu

Tidurku, anak kecil yang ingin pulang ke
Rahimmu sekali lagi

Created by : Aldi Toy

 Mata air cinta

Ibu..
Memelukmu adalah kenyamananku
Melukis senyummu adalah keinginanku
Mencintaimu sudah tentu kewajibanku

Namun terkadang
Melawanmu menjadi kebiasaanku
Bahkan ku menyiakanmu dan
Melupakanmu sebagai seorang ibu
Tanpa kusadari begitu teririsnya hatimu

Harusnya aku menjadi pelindung
Bukan menjadi anak yang tak tahu untung
Harusnya aku menjadi anak yang penurut
Bukan menjadi anak yang banyak nuntut

Aku masih sangat ingat
Ketika itu tak ada biaya untuk berangkat
Dari kampung menuju perkotaan yang padat
Waktu itu hujan begitu lebat
Kakimu kau paksa menapak
Hanya bermodal payung rusak
Ibu menjelajah rumah ke rumah dengan hati terisak

Tak peduli petir menyambar
Ibu tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah gemetar
Ibu masih mengetuk pintu warga sekitar

Terimakasih sang pencipta
Kau beri aku seorang wanita tangguh
Yang selalu mengusap air mata
Ketika ku dilanda derita
Yang punya hati sebening permata
Dan yang menjadi mata air cinta

Created by : Boby Julianto Siallagan

 Ibu

Ketika tubuhku dibaluti rasa cemas
Tangan mu lah yang siap memberiku kehangatan
Meski letih raga mu tak henti bercucuran

Aku tau ibu kau letih
Namun tak pernah kau tanggalkan sedih di wajahmu
Banyak makna tersirat
Yang tak bisa kuartikan lewat kata
Terkadang senyum mu palsu
Dan aku baru menyadari itu sekarang
Tanpa letih, dan tanpa lelah
Kau haturkan satu persatu kata demi menggugah jiwaku
Meski terkadang kau merasakan sakit atas
Semua perilaku yang kulakukan
Namun tak pernah engkau simpan dendam di dalam hatimu

Engkau tempat ku mengadu setelah Allah
Selalu memberikan yang terbaik
Kau tak pernah ingin aku tau jika ada air mata dibalik senyum hangatmu
Karena kelakuan ku yang tak pernah kau inginkan
“Waah, masakan ibu enak”
Kalimat singkat terdengar menyenangkan

Ya, anakku sedang duduk manis menikmati
Sepiring nasi berlauk kari kesukaanya
Dan semua ini berkat ibuku
Dengan telaten melatihku memadukan
Bahan dapur agar istimewa

Terimaksih ibu, pelajaran yang tak ada disekolahanpun
Bisa membuatku bahagia
Menjadi seorang ibu karena engkau
Bu, bisakah kau terus menganggapku anak kecilmu?

Jangan suruh aku menjadi dewasa
Karna hanya denganmu aku dapat mengadu
Ketika perjalanan hidup ku sulit terasa

Ibuku, setiap apa yang ada padamu
Adalah doa untukku
Untuk kebaikan anak-anakmu
Aku pun akan selalu berbisik kepada bumi
Agar suara ku terdengar sampai kepada Ars-nya
Dengan selalu ku menyebut nama mu
Ibuku, kau lah syurgaku..

Ibu.. engkau lah pahlawanku yang nyata
Tanpamu, aku bukanlah apa-apa
Tanpamu, aku tidak bisa menginjak dan mengerti dunia
Sungguh, keikhlasan mu mengajarkan ku
Untuk lebih berusaha
Berusaha untuk menjadi pahlawan
Keluargaku nantinya

Terimakasih banyak bu..
Karena telah menjadi pahlawanku
Karena mu aku tahu bagaimana sang ibu
Harus bertindak

Itu pelajaran pertamaku sebelum aku tau
Rasanya menjadi “ibu”
Karena tidak semua pengalaman adalah gurunya
Tapi kaulah guruku yang seutuhnya

Ku tau jasamu tak terbalas
Dan hanya doa anak sholih sholihah
Yan mampu sampai kepadamu
Semoga doaku senantiasa tersampaikan
Karena tak ada jalan lain jika aku tak bisa
Lagi bertemu ibu
Kecuali lewat jalan doa

Ibu..
Kudoakan untukmu selalu
Kelak kau akan berada dalam syurganya
Dan itu adalah imbalan untukmu atas semua
Pengorbanan yang kau berikan

Created by : Nila Richma
Kiya Ziza
Dhani Almurhif
Neng Upit
Gubuk Kata
Rhany HN
Ramadhan
Sischa Ardiati

Cuma ibu yang tahu

Saat ibu baru saja memejamkan mata
Pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya
Dalam keadaan mengantuk, anak pun harus
Di gendong sepenuh cinta

Bagaimana rasanya? Cuma ibu yang tahu
Rasanya.. Saat lapar melanda, terbayang makanan
Enak diatas meja
Ketika suapan pertama, anak pup di celana
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Saat badan sudah lelah tak ada tenaga
Ingin segera mandi
Menghilangkan penat yang ada
Mumpung anak-anak sendang anteng dikamarnya
Belum sempat sabunan, anak sudah menangis
Berantem rebutan boneka

Kacaulah acara mandi ibu, langsung handukan
Walau daki masih menempel dibadannya
Bagaimana rasany?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Saat ibu ingin beribadah dengan khusyuknya
Anak-anak mulai mencari perhatian
Menarik-narik mukena
Mengacak-acak lemari baju
Mumpung ibu tak berdaya

Loncat sana loncat sini
Punggung ibu jadi pelana
Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa
Bagaimana rasanya?
Cuma ibu yang tahu rasanya

Aaahh..
Dibalik kerepotan itu semua
Namun ada jua syurga didalamnya

Cuma ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak
Yang diberikan
Pelukan anak..
Ucapan cinta anak yang tampak sederhana
Dihadapan orang, namun berubah menjadi intan
Permata di mata ibu

Itulah mengapa..?
Saat anak bahagia, ibu menangis..
Anak berprestasi, ibu menangis..
Anak tidur lelap, ibu menangis..
Anak menikah, ibu menangis..
Anak wisuda, ibu menangis..
Anak wisuda TK aja, ibu menangis..
Anak tampil di panggung, ibu menangis..

Aahh..
Inikah tangis bahagia yang tak akan
Dapat dimiliki siapapun jua
Jika engkau tak mengalaminya
Sendiri sebagai ibu
Mungkinkah ini bagian dari surga milikNya
Yang diberikan kepada seluruh ibu
Sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa..?

Createed by : Khofifah Indar Parawansa (Mensos RI)

Contoh Puisi Ibu 15

Di punggungmu ku bersandar dari rasa lelahku
Di pelukanmu ku berbaring dari rasa sesalku
Telah jauh jarak yang memisahkan kita
Membentang kerinduan di dalam hati

Aku merindukanmu bunda
Telah kucoba mengumpulkan keindahan dunia
Untuk ganti kehadiranmu
Telah kucoba mencari yang terbaik
Untuk mengisi kerinduanku
Namun semua itu tiada guna
Karena kau tidak bisa tergantikan juga

Aku merindukanmu bunda
Dunia takkan mampu menggantikanmu
Dunia takkan bisa mengusikmu
Hanya kau bunda yang selalu didalam hatiku
Hanya kau bunda yang selalu ada di dalam kepalaku

Aku merindukanmu bunda
Dunia pun tidak berarti dengankehadiranmu
Dunia tidak bisa menopang hati
Dan luasnya kasih sayangmu
Karena kau lah yang memperintah hidupku
Begitu indah setiap detik dalam pelukanmu
Begitu indah setiap detik di dalam pangkuanmu

Aku merindukanmu bunda
Rasa rinduku padamu takkan bisa dikalahkan waktu
Rasa sayangku padamu tidak akan bisa dikalahkan jarak
Aku akan menemuimu
Segera setelah menyelesaikan tugas-tugasku

Created by : V.F

Mama

Matamu sayu menyambut pagi
Sebab semalam kau pulang dini hari
Selalu bersimpuh kepada sang ilahi
Untuk memberkahi hari ini

Senyummu selalu berkembang
Setiap menyambut kami
Peluhmu kau keringkan setiap memeluk kami
Bibirmu selalu menyentuh pipi
Setiap menginggalkan kami
Tak membiarkan nestapa menghantui

Tapi kesenangan itu pasti hanya mejerit dalam hati
Bila sedang tersakiti
Ini hanya tulisan
Yang tak perlu dipuji
Ini hanya tulisan
Yang tak sebanding dengan perjuanganmu hingga kini

Mungkin aku bukan anak yang berbakti
Tapi aku punya cinta dalam hati
Yang selalu terukir setiap hari
Tak kan berdasar bila kau selami

Created by : Ewl

Surat Cinta untuk Emak

Mak, tuhan menamparku, PLAK
Itu untuk aku yang terjebak, BRAK
Aku jatuh, Mak

Aku menagais, aku meringis
Di pangkuanmu, Mak
Aku mengaduh, ampun
Di pelukmu, Mak

Pernah aku terbang
Mengawang-awang
Meninggalkanmu dengan amarah
Berjanji bahwa aku akan menang dari debatan kita

Tapi, Mak
Aku kalah, aku mengambang
Tuhan mencelakkan mata
Untukku melihat

Darahku adalah darahmu
Daging yang membalutku adalah dagingmu
Pikirku yang keras juga pikiranmu
Hatiku yang tegar adalah hatimu

Kita sama, Mak
Kau yang menua adalah guruku untuk belajar
Engkau yang kini rapuh, adalah cintaku untuk tegar
Senyummu adalah kekuatanku untuk mengalahkan dunia

Aku bersyukur, Mak
Tuhan masih sayang padaku, seperti engkau juga
Kekerasan hatiku ditaklukannya agar aku mencintaimu
Labih lagi dari masa lalu

Selengkapnya Baca di 20+ Contoh Puisi Ibu [Spesial Hari Ibu]

Contoh Puisi Sahabat

contoh puisi sahabat
http://quranicgen.com

Kamu yang saat ini mempunyai sahabat, sudah sepatutnya kamu bersyukur karena itu merupakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Alangkah enak nya jika kita mempunyai sahabat sejati, sahabat yang akan selalu ada disamping kita disaat senang atau duka. Sahabatlah yang akan menghibur kita jika kita sedang merasa sedih. Dengan puisi ini kamu bisa mengungkapkan perasaanmu kepada sahabat terbaik mu. Berikut beberapa contoh puisi sahabat yang dapat kamu berikan kepada sahabat terbaikmu

Harapan yang Tiada Akhir

Kita melangkah kaki secara bersamaan
Berjalan ditengah angin yang berhembus
Melewati lika liku persimpangan
Tanpa kenal lelah dan hanya ada senyuman

Diri ini pulang dengan penuh kebahagiaan
Walaaupun hanya sejenak memandang
Ku usap kepalamu dengan kelembutan
Agar engkau tahu yang ku inginkan
Hanyalah selalu dan selalu membuatmu tertawa riang

Harapan demi harapan telah ku katakan
Biar engkau tahu maksud dan tujuan mengenai kehidupan
Teruslah engkau meminta kepada tuhan
Agar kau dan aku dibukakan jalan
Dalam menatap masa depan

Created by : M’sa

Sahabat jauh

Saat kupejamkan mata
Kuteringat akan kenangan indah bersamamu
Senyummu..
Suaramu..
Dan semua tentang mu..

Saat kulihat senyummu
Bagai air jernih yang menyegarkan jiwaku
Saat kudengar suaramu
Rasa rindupun terobati walau tak melihatmu
Dan dirimu
Penyemangat dalam setiap langkahku

Bahagiamu adalah bahagiaku
Susahmu adalah susahku
Dan akan tetap seperti itu
Hingga ajal menjemputku

Saat kubuka mata
Kutersadar bahwa itu hanyalah
Sederet kenangan indah bersamamu
Dan kusadari bahwaku
Sangat merindukanmu
Wahai sahabat jauhku

Created by : Nur Laili Khairunnisa

Sahabat surga

Rinduku mengental
Lalu aroma hujan menambah kepekatannya
Dingin menyusup dengan malu
Bermandikan purnama dan basuhan wudhu

Langkah kaki menjadi saksi
Menuju ridho sang ilahi
Hembusan angin menyayat hati
Teringat seorang sahabat yang telah pergi

Bila sahabat menjadi penguat jiwa
Hanya dengan doa cinta ini menyapa
Dalam setiap nafas baitan doa
Penuh harap kelak kan berkumpul kembali di istananya

Setiap akhir dari temu selalu berujung rindu
Maka tatkala kau tak temukan aku dalam dunia yang baru
Kumohon.. Balaslah rinduku!

Setidaknya selipkan namaku dalam barisan doa sucimu
Sebagai salah satu sahabat jannahmu
Mungkin itu balasan rindu terindah dalam persahabatanku

Sahabat

Sahabat..
Ada hari dimana kebersamaan tercipta
Ukiran tentang liku liku hidup bersama

Sahabat..
Tawa yang terkikis kecewa
Berat perjuangan
Arti dari kekompakan
Banyak kisah yang terjalin dan terbingkai

Sahabat..
Masih dan tak habis habis
Dunia diwarnai fenomena
Seperti daur kepompong
Menjadi kupu-kupu

Sahabat..
Kau lengkapi dunia menjadi cerita sempurna
Luar biasa cerita persahabatan

Created by : Mon Peter

Sahabat

Disaat ku kesepian
Kau datang untuk menemaniku
Disaat aku sedih
Kau datang untuk menghiburku

Disaat aku terluka
Kau datang untuk menolongku
Dirimu bagaikan
Malaikat yang turun dari surga

Kau menghiasi hidupku
Dengan canda tawa mu
Terimakasih sahabatku
Kaulah sahabat terbaik di dubia ini

Created by : Nadia izzatil kubra

Sahabatku

Bukan karena pondasi ini telah rubuh
Bukan pula persahabatan ini telah melepuh
Tapi kita memang harus menempuh
Hidup baru yang membuat kita lebih tangguh

Percayalah..
Persahabatan ini tak pernah kenal lelah
Meski harus berpisah
Ku harap kau tak memilih arah yang salah
Karena ku tak ingin kau salah melangkah

Sahabatku..
Ku akan selalu mendoakan mu
Berharap bisa kembali bertemu
Walau dalam ilusi waktu yang tak menentu

Created by : Az

Terimakasih sahabat

Saat kau hadir dalam hidupku
Ku merasa kau begitu peduli padaku
Kau selalu ada untukku
Kau selalu mengerti keadaanku

Sahabatku..
Saat perpisahan menjauhkan raga kita
Ku harap jiwa kita selalu bersama
Meski kita tak bisa kembali tuk bersama
Ku harap kau selalu tabah dan berdoa
Berharap, kita bisa bertemu kembali
Walau hanya dalam dimensi mimpi
Yang tak pasti

Sahabatku aku rindu

Bagaimana kabarmu?
Ku disini rindu padamu
Rindu saat saat bersamamu
Rindu saat dulu kau selalu ada untukku
Kini kau telah jauh dariku
Kini ku hanya terdiam sepi tanpamu
Berharap kau bisa kembali untukku

Kuingin dimanapun pijakmu kau selalu
Mengingatku
Kumohon..
Jangan pernah berniat tuk melupakanku
Wahai sahabat terbaikku

Baca Juga :

Contoh Puisi Sedih dan Contoh Puisi Galau

contoh puisi sedih
http://hi-nadim.blogspot.co.id

Puisi Sedih – Kesedihan merupakan salah satu cabang perasaan yang sangat dalam dari diri manusia sehingga ketika merasakannya kita seolah-olah merasakan sesuatu yang tidak dirasa senang atau bahagia di dalam diri kita, kesedihan juga sering membawa kita pada tahap-tahap kehidupan yang begitu sukar untuk kita lalui dan kita lewati karena terkadang butuh waktu yang begitu panjang saat kita merasakan kesedihan dan kepedihan di dalam hidup kita.

Mungkin bagi kamu yang sekarang sedang merasa sedih atau galau, melalui puisi ini dapat mewakili perasaan yang sedang kamu alami saat ini, berikut contoh puisinya

Mantan

Disaat menyatu tetapi tak pernah satu tujuan,
Disaat berpisah namun tak berjauhan

Bukan ego yang menjadi akhir
Tetapi logika yang tak pernah mengalir
Bukan bodoh yang dipersalahkan
Tetapi gengsi yang membuatmu merelakan

Arah membawa langkah yang diselimuti rindu
Tak tau kepada siapa akan mengadu
Pergi… jauh..
Memendah rasa yang telah rapuh

Sebuah kisah berujung pilu
Terusik sisa-sisa kenangan yang telah lalu
Sudah jauh berjalan mengitari waktu
Tetapi sedikit rindu masi terselip untuk mu
Apa kau tahu wahai mantanku ?

Kenang yang Berkunang

Rangkaian mantra yang terluka
Bagai irama menyiratkan senja
Ingatan hanyalah menuai lara

Kian hampa melambaikan siksa

Kutuliskan nama di lautan
Laut menghempasnya
Kutuliskan nama di hati
Engakau pun menyayatnya

Bukan air mata yang mengalir
Kau nodai kisah yang bukan sandiwara
Bukan pula debu yang membelenggu
Kau rantaikan rindu yang penuh dosa

Dari kenang yang melahirkan sunyi
Kini kunang menjadi prasasti

Created by : M. Hamdani Halim

 Fobia Rindu

Terlalu selalu melulu
Rindu berdarah berdarah semu
Diam terpaku tak hilang
Semakin membabak perih

Memang engkau siapa?
Datang tetiba,
Pergi entah kunjung massanya
Jika rindu itu sayang
Maka hantar pada tempatnya

Contoh Puisi Sedih 4

Tak melulu air mata
Untuk mendefinisikan luka
Tak harus bersumpah serapah
Meski kini kita bak dua kubu yang terpecah
Dan tak perlu tiba-tiba menghilang
Untuk mengukur batas antara nyaman dan sayang

Kau boleh mencerca bila menurutmu keputusanku terlalu gila
Kau bisa mengalihkan pandang
Jika tak sudi menyaksikan hatiku yang remuk redam
Dan kau berhak memadamkan pijarku
Tersebab dirimulah yang telah menyulut apinya, dulu…

Created by : Yoshie Arie

Contoh Puisi Galau 5

Kalau saja aku mampu, kan kulewati hari ketika mengenalmu
Kalau saja aku mampu, tak ku biarkan bayangmu menghampiriku
Kalau saja aku mampu, kan ku tahan jantungku
Agar tak berdegup kencang karena melihatmu
Dan kalau saja aku mampu,
hujanpun kan ku hentikan
Teruntuk kamu yang haus kehangatan
Tetapi..
Aku hanya mampu mencintaimu dalam diam,
Memandangimu dari kejauhan
Menjadi rumah yang menunggumu datang
Meskipun kau lupa jalan pulang

Created by : F.ISM

Kau sandiwaraku di Kala itu

Semenjak rasa yang kian begitu menggebu
Membelenggu diri bak patung yang terpampang membatu
Aku buta.. Dan kau sebagai mata hatiku
Aku tuli.. Dan kau pendengar setiaku.

Tapi itu dulu.. Ketika kau masih menjadi sandaranku
Kau penghapus pelipur lara dalam gundah malamku
Kau bahkan candaku ketika aku bersedih pilu
Dan kali ini kau hanya bayangan dimasa laluku

Terhapus seperti kenangan yang mulai memudar
Hanyut oleh bulir air mata yang ku teteskan
Menghilang dari ingatan karena ulah lupaku
Tak terlihat lagi karena kabut mulai datang menemuiku

Created by : Anih Ai Aisyah

Malam Ketika Hujan Membawa Pulang Kenangan

Malam mulai menyepi
Hujan kembali menyapa bumi
Sembari memulangkan setiap kenangan
Yang kemarin hampir berhasil kulupakan

Hujan di malam pilu
Memaksaku berteduh ditepian waktu
Menyaksikan pertunjukan kisah lalu

Aku, terjebak dalam basahnya sendu
Dikekang gigil sembilu

Meronta sendiri didekap sunyi

Perihal Lalu

Figurmu berlalu
Namun tidak untuk laku
Yang manis tapi palsu
Juga lisan yang didengar hati
Ada tapi tak ada

Kadang melagu elegi rindu
Dalam syair kecewa lama
Irama luka lalu
Sirna rasa suka

Kepala membuku geliat khianatmu
Serta membingkai syahdu indahmu
Kala raga mendamba temu
Sukma menabuh genderang pilu

Tak kan lagi ada kembali
Tak sudi sapa lalu
Biar kau pergi, ku pergi
Kadung terluka masa lalu

Created by : Raisa

Fatamorgana cinta

Seribu langkah yang kita pijak
Menguntai senyum dalam kanvas cinta
Ceriamu membahagiakan diriku
Apa yang kurasa kini telah percuma

Hanyalah luka yang menjadi bayang
Aku sangat mencintaimu
Tapi aku harus pergi dari kehidupanmu
Kini aku membatasi pikirku
Tak akan kuulang masaku yang telah lalu

Semakin mengenang aku pun terluka
Hanyalah malaikat-malaikat di perladangan
Sukma yang mendengarkan tangisan alam
Menjadi saksi fatamorgana cintaku

Pudar

Ruang rasa berkata pada mata
Mengenai luka yang memudarkan warna
Berkaca dari waktu dipengujung senja
Kumulai dari sayatan kecewa

Membisu seketika
Membuta sekejap jiwa
Lara datang tanpa bicara
Cinta hilang tanpa bias cahaya

Akhiri saja kenangan ini
Demikan kucoba melupa
Mengenai hasrat bersama
Itu cukup memudar
Sebagai kenangan nostalgia

Created by : Citra A

Merintih dalam kegagalan

Saat kau mengalami kegagalan
Kau yang selalu jatuh
Kau tak pernah berhenti berdoa
Kau tak pernah berhenti berjuang

Cobalah untuk bangkit
Dan terus merakit
Walaupun dalam waktu sempit
Hingga kau merasa sakit

Dan cobalah memahami
Sang rabb akan tetap disini
Yang akan terus memberi
Segala jawaban pasti

Perih

Deburan ombak yang menghantam tebing-tebing
Hembus angin yang menerpa tubuhku
Dan aku pun terjatuh
Terbaringku di tepi pantai membuatku
Tak berdaya
Sendiriku menangis dan memendami perasaan ini
Hati ini hancur bagaikan serpihan kaca
Yang tak bisa bersatu lagi
Tak terasa air mata mengalir
Membasahi pipiku
Semakin ku memikirkannya
Semakin pula air mata ini mengalir
Kupejamkan mata ini dan kurasakan
Rasanya sakit hati yang mendalam

Patah hati

Haruskah ku kasihani cintaku
Yang terluka karena sembilu
Sesakit apapun yang kurasa pada badan ini
Semua akan kalah dengan secuil perih di hati

Inikah rasanya patah hati
Yang membuat luka seakan abadi
Kini yang mampu ku lakukan hanya bersabar
Menahan rasa sakit yang semakin menyebar
Biarlah sedih ini ku nikmati
Dan ku jalani perih ini dengan hati

Created by : Abdul Zaelani

Contoh Puisi Sedih 14

Ada yang tidak mampu tertahan
Tentang bagaimana cara terungkapkan
Namun hanya mampu terdiam dan bertahan
Bersama sepi bernama kesetiaan

Apakah kau tahu proses menuju baik itu sulit?
Takkah kau tahu jika menanti itu teramat sakit

Kemudian kepergianmu menyapa tanpa kata
Menelusuk hingga menusuk palung jiwa
Hingga tubuhku terkulai lemas tak berdaya
Hingga akhirnya aku sadari bahwa
“Aku bukan siapa-siapa”

Created by : Sandri Tubagus Mutiar

Contoh Puisi Sedih 15

Diatas tanah aku menatap langit
Yang terlihat hanyalah duka
Diantara hujan turun
Tanpa henti langit dan bumi
Mengiringi isak tangis manusia
Jeritan duka mencekam di saat kehilangan
Tak mampu membuat ruh kembali ke jasad
Yang terbujur kaku dengan lilitan kain kafan
Yang terucap hanyalah “innalillahi wa inna ilaihi rajiun”

Baca Juga 15+ Contoh Puisi Nasehat Terbijak 2017

Contoh Puisi Guru

contoh puisi guru
brilio.net

Jika kita melihat sosok guru ia adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa dimana berkat ketulusan dan jasa-jasanya yang mulia, Lahir banyak pahlawan serta generasi terbaik penerus bangsa ini.

Jasa mereka bukan hanya fisik dan materi tapi lebih dari pada itu adalah ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia bagi setiap muridnya untuk bekal dimasa depan. contoh puisi guru seperti berikut:

Terimakasih Guruku

Kami adalah kekosongan hampa
Gelap yang memekat
Jika dulu engkau tak mengisi ilmu
Darimu kami tahu indahnya warna
Darimu kami mengerti digdayanya angka
Darimu kami sadar betapa indah aksara

Penat dan peluh kau abaikan
Bahkan juga kata yang menghujam
Tanpa lelah kau bimbing langkah
Hingga kami bisa berjalan meraih cita

Kami adalah kekosongan hampa yang memekat
Jika kau tak pernah hadir bagi kami
Ijinkan kami untuk sedikit berterimakasih
Atas jerihmu yang kadang bahkan tak kami ingat
Terimakasih, guruku..

Guru

Created by : Raffi Attaya

Guruku..
Tak kenal lelah mengajarku
Tak kenal lelah mendidikku
Tak kenal lelah mengingatkanku

Agar aku rajin belajar
Agar aku menjadi pintar
Agar aku jadi teladan
Di setiap langkahku

Guruku..
Tak pernah mengharap imbalan
Tak pernah meminta balas jasa
Tak pernah merasa pamrih

Guruku..
Hanya doa yang bisa kuberikan
Agar kau sehat selalu
Dan menjadi teladan bagiku

Merebut Indonesia

Created by : Afiani Gobel

Sampai hari ini aku ada disebuah negri
Yang hukumnya sangat aku ingin percayai
Karena dari tanah dan airnya
Atas izin Allah aku dinafkahi
Dengan nikmat hujan dan panasnya aku dilimpahi

Dalam sibukku berjibaku
Mendidik muridku satu demi satu
Atas nilai yang ku yakini harus baku
Benar yang adil bagi setiap manusia
Dari bangsaku

Dan manusia-manusia diatas kursi-kursi istana Indonesia
Belakangan bicara kuasa dengan membolak-balik logika
Merobek-robek asa hingga abi dibakarnya
Menoreh makar yang mewaraskan orang-orang gila
Ini negeri apa?
Masihkah ia disebut Indonesia

Dan aku ini guru..
Enggan turut bisu
Negeri ini membutuhkanmu, duhai guru
Membuka mata para binaanmu
Siswa siswi.. Mahasiswa mahasiswi
Dalam asuhanmu
Mereka harus jadi bagian dari makarmu

Ajarkan mereka apa yang semestinya mereka baca
Pahamkan tentang apa yang harus ditulisnya
Dan minta mereka menghitung langkah-langkah
Kecil mereka demi merebut Indonesia

Rebut negara..
Dari tangan-tangan pendusta
Rebut bangsa..
Dari kuasa para penggerogot nilai luhurnya
Rebut tanah air kita..
Dari belenggu penjajahan logika
Rebut Indonesia
Dari penista dan pengkhianat yang
Masih bisa tertawa

Setidaknya para guru..
Mungkin di menuanya kita,
Daya telah terkikis sempurna
Namun tetap rebut Indonesia
Dari para bedebah penjual tanah lahir kita

Nah itu tadi sedikit sharing dari admin kumpulan contoh puisi. Puisi mana yang menurut kalian paling berkesan dan paling nempel dihati? Silahkan berikan komentarmu. Semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca. Dukungan kalian sangat berpengaruh dalam kemajuan website ini. Share artikel ini jika sekiranya dapat membantu orang yang sedang membutuhkan. Jangan lupa untuk selalu mampir di portal dunia suka-suka ?

7 thoughts on “75+ Kumpulan Contoh Puisi Ibu, Sahabat, Sedih, Guru, Lama [Lengkap]

  1. Thank’s Kak puisinya sangat membantu saya.pokoknya puisi kakak the Best lah and very……very……gooddddd

Leave a Comment

%d bloggers like this: